Sejarah Singkat

PHP merupakan salah satu bahasa pemrograman yang paling populer untuk pengembangan web. Meskipun sering dianggap sebagai teknologi lama, hingga saat ini PHP masih digunakan oleh jutaan website di seluruh dunia, mulai dari blog pribadi hingga sistem berskala besar.

Rasmus Lerdorf
Rasmus Lerdorf, pencipta bahasa pemrograman PHP.

Rasmus Lerdorf, pencipta bahasa pemrograman PHP.


Awal Mula PHP
PHP pertama kali dibuat pada tahun 1994 oleh seorang programmer asal Denmark-Kanada bernama Rasmus Lerdorf. Awalnya, PHP bukan dibuat untuk menjadi bahasa pemrograman web seperti sekarang, melainkan sekumpulan program sederhana yang digunakan untuk mencatat jumlah pengunjung pada halaman resume online miliknya.

Awal mula PHP dikenal dengan nama Personal Home Page Tools, Seiring bertambahnya pengguna dan kebutuhan pengembangan web yang semakin kompleks, PHP terus berkembang menjadi bahasa pemrograman server-side yang lengkap dan powerful. Bahkan nama PHP yang kita kenal saat ini merupakan singkatan rekursif dari PHP: Hypertext Preprocessor.


Perkembangan PHP:

  1. Tahun 1995 PHP/FI

    Versi pertama yang dirilis ke publik memiliki fitur dasar seperti:

    • Pengolahan form HTML

    • Variabel sederhana

    • Integrasi dengan database

    • Pembuatan halaman web dinamis sederhana.

  2. Tahun 1998 PHP 3

    PHP mulai berkembang dari proyek pribadi menjadi proyek komunitas. Pada versi ini, PHP mulai mendapatkan popularitas di kalangan pengembang web.

  3. Tahun 2000 PHP 4

    PHP 4 memperkenalkan Zend Engine, mesin inti yang membuat performa PHP meningkat secara signifikan.

  4. Tahun 2004 PHP 5

    Versi ini membawa dukungan Object-Oriented Programming (OOP) yang jauh lebih baik sehingga PHP semakin cocok digunakan untuk membangun aplikasi berskala besar.

  5. Tahun 2015 PHP 7

    PHP 7 menjadi salah satu pembaruan terbesar dalam sejarah PHP karena mampu meningkatkan performa hampir dua kali lipat dibandingkan PHP 5 pada berbagai pengujian.

  6. Tahun 2020 - Sekarang PHP 8

    PHP modern menghadirkan berbagai fitur baru seperti:

    • JIT Compiler

    • Match Expression

    • Named Arguments

    • Union Types

    • Nullsafe Operator

    Fitur-fitur tersebut membuat kode PHP menjadi lebih modern, bersih, dan efisien


Bagaimana Cara Kerja PHP?

Berbeda dengan HTML, CSS , atau JavaScript yang dijalankan di browser pengguna, PHP dijalankan di sisi server atau dikenal sebagai server-side scripting language.

Alur Kerja daru PHP:

  1. Pengguna mengakses kodingindonesia.com

    Pengguna mengetik alamat website kodingindonesia.com pada browser atau menekan sebuah tautan menuju website tersebut.

  2. Browser mengirim HTTP Request

    Browser mengirimkan permintaan (HTTP Request) ke server untuk meminta halaman yang ingin ditampilkan.

  3. Web Server menerima request

    Web server seperti Apache atau Nginx menerima permintaan tersebut dan mendeteksi bahwa halaman yang diminta merupakan file PHP, sehingga request diteruskan ke PHP Engine untuk diproses.

  4. PHP mengeksekusi kode PHP

    PHP Engine menjalankan seluruh kode PHP yang terdapat pada file, seperti pengolahan data, logika aplikasi, atau pembuatan konten dinamis.

  5. PHP mengambil data dari database (opsional)

    Jika diperlukan, PHP akan mengambil atau menyimpan data ke database seperti MySQL atau PostgreSQL, misalnya data artikel, pengguna, atau komentar.

  6. Server mengirimkan hasil berupa HTML

    Setelah seluruh proses selesai, PHP menghasilkan halaman HTML dan web server mengirimkan hasil tersebut kembali ke browser sebagai HTTP Response.

  7. Browser menampilkan halaman kepada pengguna

    Browser menerima file HTML dari server, kemudian merender dan menampilkan halaman website kepada pengguna.

Sebagai contoh, ketika pengguna mengunjungi kodingindonesia.com, browser tidak menerima kode PHP seperti:

<?php
$nama = "Aldo";
echo "<h1>$nama dari Koding Indonesia</h1>";
?>

Melainkan browser hanya menerima hasil akhirnya berupa HTML:

<h1>Aldo dari Koding Indonesia</h1>

Inilah alasan mengapa kode PHP tidak dapat dilihat langsung oleh pengguna karena seluruh proses eksekusi dilakukan di sisi server (server-side), sedangkan browser hanya menerima hasil akhirnya berupa HTML, CSS, dan JavaScript.