Dart Programming Untuk Pemula Bagian 1 | Koding Indonesia

Dart Programming Untuk Pemula Bagian 1

1. Berkenalan dengan Bahasa Pemrograman Dart

Halo teman-teman, pada artikel kali ini saya akan membahas Bahasa Pemrograman Dart. Seperti biasa sebelumnya saya akan memperkenalkan terlebih dahulu apa itu Bahasa Pemrograman Dart.

Dart merupakan sebuah bahasa pemrograman Open Source yang dibuat dan di-support langsung oleh Google yang digunakan untuk membuat aplikasi secara cepat yang dapat berjalan dibanyak platform, seperti Android, iOSDekstop, dan Web. Berikut Keunggulan dari Dart:

  • Merupakan bahasa pemrograman yang khusus diperuntukan untuk membuat User Interface (UI).
  • Memiliki fitur Hot Reload, yang membuat developer dapat melihat hasil codingnya secara instan tanpa perlu menjalankan ulang aplikasi yang sedang dikembangkan.
  • Dapat dikompilasi untuk device bermesin ARM dan x64 seperti mobile, desktop, dan backend (atau dikompilasi ke JavaScript untuk web). Lebih detailnya dapat teman-teman lihat disini ➡ dart.dev.

Siapa saja yang sudah menggunakan Dart? (detailnya disini ➡ flutter.dev )

 


2. Install Dart pada Windows

Ada 2 cara supaya teman-teman dapat berinteraksi dengan Dart:

Melalui Browser 

Dengan mengunjungi situs dartpad.dev/?, pada halaman tersebut terdapat beberapa template code Dart yang dapat langsung kita jalankan.

Menggunakan Text Editor pada Windows

(Untuk Linux atau MacOS lebih lengkapnya buka halaman ini ➡ dart.dev/get-dart.)

Cara ini mengharuskan kita menginstall SDK Dart, berikut langkah-langkahnya:

  1. Buka Command Prompt (buka sebagai Administrator)
  2. Copy paste command berikut:
    lalu tekan Enter dan tunggu sampai selesai (pastikan ada koneksi internet)
  3. Selanjutnya ketik command berikut:
    tekan Enter dan tunggu sampai selesai
  4. Terakhir, untuk memastikan bahwa Dart sudah berhasil terinstall. Buka code editor (saya sarankan untuk menggunakan Visual Studio Code) ➡ klik “Extensions (Ctrl+Shift+X)” ➡ ketik “Dart”, maka seharusnya tampil seperti berikut (terdapat button Uninstall dan Disable, yang menandakan kita sudah berhasil menginstall Dart):
  5. Terakhir, untuk upgradeupdate, dan mengganti versi Dart, langkah-langkahnya dapat temen-teman lihat disini ➡ dart.dev/get-dart.

3. Tipe Data dan Operator

Bahasa pemrograman Dart hampir sama dengan bahasa pemrograman lainnya yang membutuhkan “void main()” untuk mengeksekusi program ketika sebuah program pertama kali dijalankan. Dengan kata lain, di dalam “void main()” itulah kita letakkan syntax program yang akan dieksekusi. Contohnya sebagai berikut:

kita juga dapat menjalankan syntax program di atas menggunakan Visual Studio Code, berikut tampilannya:

Penjelasan:

  • main( ), merupakan fungsi yang dieksekusi pertama kali program dijalankan.
  • print( ), merupakan sebuah fungsi untuk merepresentasikan objek yang ada di dalamnya. Contoh: print(“Hallo, Anton!”);, artinya objek string “Hallo, Anton!” akan direpresentasikan pada terminal atau console agar kita dapat melihatnya.

Variabel

Penggunaan Variabel pada Dart sebenarnya sangatlah mudah, kita hanya perlu menuliskannya seperti ini “var namavariabel = nilai/value dari variabel;“.

Kata kunci var memiliki sifat yang dynamic, sehingga kita dapat mengisi nilai/value dengan tipe data Numbers, Strings, Booleans, Lists, dan Maps. Contohnya sebagai berikut:

Selain untuk menampilkan value sebuah variabel, fungsi print( ) juga dapat digunakan seperti contoh di bawah ini:

Pemanggilan variabel pada sebuah fungsi print( ) yang menggunakan kurung kurawal { }, biasanya digunakan untuk memanggil variabel yang terdapat pada sebuah variabel array, contohnya sebagai berikut:

Dari 5 tipe data yang sudah kita kenal, sebenarnya ada 1 tipe data lagi yang perlu teman-teman ketahui yaitu Boolean.


String

Berikutnya kita akan pelajari lebih dalam mengenai tipe data String. Penggunaan var sebenarnya dapat diganti menjadi tipe data itu sendiri, contohnya variabel yang akan kita gunakan yaitu String. Maka hasilnya sebagai berikut:

Pada String terdapat fungsi bawaan yang dapat kita gunakan, contohnya seperti contains( ) yang akan mengembalikan nilai true apabila nilai String yang dicari terdapat pada variabel yang diberi fungsi contains( ).

Kita juga dapat mengubah tipe data int menjadi String menggunakan fungsi toString( ).

Jika sebuah variabel String memiliki bentuk yang mirip seperti list, maka kita dapat mengubah String tersebut menjadi list menggunakan fungsi split( ).

Selanjutnya jika kita ingin menampilkan beberapa kata atau huruf dari sebuah variabel String, kita dapat menggunakan fungsi substring( ).

Berikut beberapa fungsi String yang dapat kita coba.


Number

Selanjutnya kita akan mempelajari tipe data num atau number yang memiliki 2 jenis tipe data int dan double, contohnya sebagai berikut:


List

List merupakan tipe data yang dapat menyimpan kumpulan tipe data pada satu variabel atau dapat disebut objek.


Map

Secara umum, map adalah objek yang key dan value nya saling terkait. Baik key dan value dapat berupa jenis objek apa pun. Setiap key hanya muncul sekali, tetapi kita dapat menggunakan value yang sama beberapa kali. Contohnya sebagai berikut:


Jika ada pertanyaan silahkan komen dan jika artikel ini dirasa bermanfaat, jangan lupa like dan sharenya ya teman-teman. 😀😀😀😀😀😀😀 Sampai bertemu di artikel selanjutnya.
Terima Kasih, Assalamu’alaykum… Salam KODINGINDONESIA

Referensi : dart.dev

Author avatar
Anton Prafanto
Konten developer kodingindonesia.com & staf pengajar tetap di Universitas Mulawarman Samarinda